RedBlueDark SmallMediumLarge
Irwan : Jalan Tol Sumbar Perluas Pembangunan Ekonomi Sumatera
Berita Sumbar - Sumbar - Ekonomi
Friday, 13 April 2012 06:52

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno

Padang, Sitinjaunews
- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan rencana pembangunan jalan tol di wilayah provinsinya akan dimasukkan ke Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3E) di Pulau Sumatera.

Bahkan Sumbar akan menjadi "feeder" MP3E di wilayah Pulau Sumatera, katanya di Padang, Kamis (12/4/2012).

Penjelasan tersebut juga telah dipaparkannya dalam rapat ekspose rencana pembangunan jalan tol di Sumbar kepada DPRD setempat.

Ia menyebutkan, rencana pembangunan jalan tol ini telah mendapat "lampu hijau" dari pemerintah pusat, khususnya terkait dengan pembiayaannya.

Kini tinggal, bagaimana Pemprov, DPRD dan instansi-instansi terkait termasuk masyarakat Sumbar untuk menyukseskan rencana pembangunan tersebut, tambahnya.

Ia menyatakan, jalan tol di Sumbar selain akan menjadi "feeder" penting bagi MP3E Pulau Sumatera, juga fungsi tol ini efesien dan efektifitas dalam pelayanan jasa distribusi produk kegiatan ekonomi dari Sumbar ke koridor Sumatera.

Jalan tol Sumbar punya multiplier effect bagi daerah ini selain memperlancar transportasi juga meningkatkan penetrasi pasar ke wilayah Riau dan provinsi lainnya di Sumatera, tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman Sumbar, Suprapto menjelaskan, Pemprov Sumbar akan mempercepat proses awal pembangunan jalan tol di wilayahnya sebagai bagian dari program nasional pembangunan jalan tol di Pulau Sumatera.

Secara nasional, proyek jalan tol Pulau Sumatera direncanakan pelaksanaannya mulai dari 2020 hingga 2030, namun beberapa provinsi di Sumatera akan memulai prosesnya lebih awal termasuk Sumbar, katanya.

Dalam perencanaannya, menurut dia, pembangunan jalan tol dalam wilayah Sumbar dimulai 2024, namun dalam pertemuan antargubernur se-Sumatera di Palembang beberapa waktu lalu dibicarakan untuk memulai proses awalnya proyek ini lebih cepat.

Karena itu, Sumbar juga akan memulai proses ini lebih awal karena provinsi lain juga memulainya lebih awal dan jika Sumbar tidak mengikutinya, maka dikhawatirkan daerah ini bisa tertinggal dalam pembangunannya nanti.

Ia menyebutkan, atas pertimbangan tersebut, maka meski pembangunan jalan tol di Sumbar baru dilaksanakan pada 2024, tapi proses awalnya akan dipercepat 12 tahun lebih awal yakni dimulai pada 2012.

Proses lebih awal ini untuk menghindari kegagalan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol di Sumbar, karena dari pengalaman pembangunan jalan tol di Jawa masalah lahan menjadi hambatan utama.

Karena itu, Sumbar akan memulai perencanaan pembebasan lahan lebih awal yakni 12 tahun sebelum pelaksanaan proyek dan kegiatan pembebasan sudah dapat dilakukan tiga atau empat tahun mendatang.

"Kita harapkan tiga atau empat tahun ke depan proses awal pembangunan jalan tol di Sumbar telah dimulai, sehingga daerah ini dapat mengimbangi persiapan provinsi lain di Sumatera dalam menyiapkan segala hal untuk kehadiran jalan bebas hambatan di daerah masing-masing," tambahnya. (*)

rssfeed
Email Drucken Favoriten Twitter Facebook Myspace Digg aol blogger google reddit YahooWebSzenario
 
Websitinjaunews!