RedBlueDark SmallMediumLarge
Wagub: Pendidikan Berkarakter Modal Utama Generasi Emas 2025
Berita Sumbar - Sumbar - Budaya
Saturday, 12 May 2012 07:34

Wagub Muslim Kasim

Padang, Sitinjaunews - Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim menilai pendidikan berkarakter modal utama bagi generasi emas pada 2025, maka perlu pengembangan sesuai watak dan budaya bangsa.

"Di dunia maju menjalankan pendidikan berkarakter sebagai upaya mempersiapkan generasi yang cinta bangsa, cinta tanah air serta mampu menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Muslim Kasim pada acara Dies Natalis ke 28 Universitas Muhammad Yamin (UMMY) Solok, Jumat (10/5/2012). Hadir dalam kesempatan itu Direktur Sejarah dan Nilai Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof.Dr. Enifat Djamudrajat, Bupati Syamsul Rahim, Wawako Zul Efian, Rektor UMMY, Ketua Yayasan, Pembina UMMY Prof. Dr. Fachri Ahmad serta undangan lainnya.

Menurut dia, pendidikan berkarakter akan menjadi kekuatan dalam melahirkan generasi emas Indonesia pada beberapa tahun mendatang. Pendidikan berkarakter juga merupakan pendidikan yang membangun nilai-nilai kebangsaan, tolong menolong, meningkatkan kearifan lokal dan kepribadian yang berbudaya.

Bagi UMMY, eksistensi dalam melahirkan anak-anak bangsa yang berkualitas dan berkarakter serta mengembangkan semangat dan ketokohan Muhammad Yamin. "Kita mengetahui generasi yang handal, unggul dan tangguh bukanlah perkerjaan yang mudah. Mewujudkannya harus didasarkan pada kecerdasan yang paripurna tentu melalui pendidikan," katanya.

Pendidikan berkarakter telah diyakini akan mampu menjadi pondasi yang kuat dan kokoh dalam mencapai kesuskesan peradaban sebuah bangsa yang maju dan berkembang. Pendidikan berkarakter juga merupakan proses pembentukan akhlak anak bangsa dan diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam menyukseskan Indonesia Emas.

Muslim menyampaikan, dalam mempersiapkan generasi emas, Sumbar tetap konsisten memajukan dunia pendidikan di daerah ini. Keberadaan UMMY dan perguruan tinggi lainnya tentu menjadi rangkaian proses perkembangan pendidikan, guna meningkatkan SDM masyarakat Sumbar, hari ini dan masa datang. "Kita berharap perguruan tinggi tidak berkerja asalan saja, melainkan terus berinovasi dan memiliki rasa tanggung jawab moril bagi kualitas pendidikan dan kualitas hasil lulusannya masing-masing," katanya.

Sebab di era globalisasi, tambahnya, tantangan dan ancaman moral serta daya saing yang begitu hebat, mesti dihadapi sebaik mungkin untuk kemajuan dan kesejahteraan hidup masyarakat yang lebih baik. (*)


rssfeed
Email Drucken Favoriten Twitter Facebook Myspace Digg aol blogger google reddit YahooWebSzenario
 
Websitinjaunews!