May
25
2013

| Bazda Kabupaten Solok Distribusikan Zakat Rp500 Juta |
| Wednesday, 09 November 2011 12:38 |
|
Arosuka, SitinjauNews - Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Solok, Sumatra Barat mendistribusikan zakat tahap ketiga sebesar Rp 500 juta kepada 885 mustahik daerah itu pada pertengahan November 2011. Ketua Bazda Kabupaten Solok, Khairi Yusri, menyatakan sebelumnya sudah didistribusikan zakat tahap satu bulan April senilai Rp200 juta. Tahap kedua pada Agustus senilai Rp555 juta. Menurut dia, dari 885 mustahik tersebut sekita 300 orang kategori pelajar yang miskin, dan selebihnya dari kalangan fakir, miskin, dan juga para penggiat agama. Dikatakannya, jumlah uang yang akan diterima oleh penerima zakat tergantung hasil survei tim Bazda, yaitunya antara kisaran Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta. "Memang kita belum bisa memenuhi kebutuhan mereka (penerima zakat) sepenuhnya, tapi sekurangnya bisa meringankan beban para mustahik tersebut," katanya, Rabu. Lebih jauh dia menyampaikan, untuk mendorong pengumpulan dana dari muzakki untuk tahun 2012, Bazda menargetkan bisa mengumpulkan Rp1,5 miliar, naik Rp500 juta dari tahun ini. Menurut dia, selama ini Bazda hanya fokus mengumpulkan zakat dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, sehingga zakat terkumpul sekitar Rp1 miliar. "Sekitar 7.000 PNS di lingkungan Pemkab Solok menyalurkan zakat ke Bazda. Sistem pemungutan zakat dari PNS tersebut diambilkan dari gaji masing-masing PNS sebesar 2,5 persen dari total gaji pokoknya setiap bulan," katanya. Ia menambahkan, untuk mencapai target Rp1,5 miliar, Bazda akan mengupayakan donatur zakat dari non PNS, seperti dari kalangan pengusaha, pedagang, dan pegawai perusahaan swasta. Ia mengatakan, sudah banyak masyarakat yang terbantu dengan dana Bazda, antara lain menyelamatkan siswa yang terancam putus sekolah karena terkendala biaya. "Kita akan cepat merespons jika ada yang memberitahukan ada warga dalam kesulitan dan butuh bantuan," katanya. Khusus untuk pendidikan, katanya, Bazda Kabupaten Solok memberikan perhatian yang tinggi, dan berupaya agar tidak ada anak dan pemuda yang putus sekolah akibat himpitan ekonomi. Hal ini katanya, didorong atas pemahaman bahwa pendidikan berpengaruh pada pembangunan masyarakat secara luas, baik pembangunan fisik, apalagi pembangunan mental yang semuanya berawal dari pendidikan formal di sekolah dan perguruan tinggi. (*) |
Add comment




















