RedBlueDark SmallMediumLarge
Pemerhati: Pengelolaan Pendidikan di Pasaman Barat Gagal
Kabupaten - Kab, Pasamanbarat
Tuesday, 29 May 2012 16:00

Siswa

Simpang Ampek, SitinjauNews - Pemerhati pendidikan Doktor Achmad Namlis mengatakan merosotnya prestasi hasil ujian nasional SLTA di Kabupaten Pasaman Barat, merupakan refleksi kegagalan pengelolaan pendidikan di daerah itu.

"Kita sangat menyayangkan dengan peringkat 18 dari 19 kabupaten/kota di Sumbar yang kita raih. Apalagi sekitar 91 siswa tidak lulus," kata dia di Simpang Ampek, Selasa (29/5).

Dia mengatakan, akibat program yang dijalankan tidak mengacu pada peningkatan kualitas dan disiplin pembelajaran membuat pada setiap periode gagal terutama dari indikator hasil UN.

Menurut dia, selama ini dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan anggaran yang disediakan harus jelas. Namun, entah apa sebabnya anggaran yang semestinya ada, tidak ada, sehingga program tidak bisa berjalan dengan baik.

"Kita tidak tahu apa masalahnya. Bidang perencanaan pada Dinas Pendidikan seharusnya lebih memahami apa saja yang dibutuhkan berkaitan dengan peningkatan kualitas guru dan proses pembelajaran," kata dia.

Dia mencontohkan, Pasaman Barat memiliki enam SMK yang membutuhkan perhatian baik dari sisi anggaran maupun kebutuhan sarana prasarana. Adanya sekolah bertaraf nasional dan internasional saat ini hanya baru semboyan tanpa didukung anggaran dan program yang jelas.

Dirinya berharap kepada Bupati Pasaman Barat agar menegur Dinas Pendidikan agar lebih serius mengurus pendidikan. Bukan hanya melaksanakan seremonial. Selain itu, juga harus melibatkan profesional dan pemerhati pendidikan sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan.

"Jangan hendaknya sibuk dengan urusan dana alokasi khusus dan bangunan fisik saja yang rentan menimbulkan masalah. Saya kira DPRD harus memanggil jajaran dinas pendidikan untuk meminta klarifikasi atas kegagalan ini," kata mantan anggota DPRD Pasaman Barat ini.

Dari hasil UN tingkat SLTA yang diumumkan akhir pekan lalu, 91 orang siswa tidak lulus dan menempatkan daerah itu pada peringkat 18 dari 19 kabupaten/kota se-Sumbar.

Dari 4.326 siswa peserta UN SLTA yang tidak lulus 46 orang, MA 33 orang dan SMK 12 orang. Sekitar 70 persen berasal dari sekolah swasta.

"Hasil ini cukup mengecewakan dan akan menjadi hasil evaluasi kami. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi kita semua," kata Kepala Dinas Pendidikan, Saifuddin Zuhri melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Pasaman Barat, Ahmad Husen. (*)


rssfeed
Email Drucken Favoriten Twitter Facebook Myspace Digg aol blogger google reddit YahooWebSzenario
 
Websitinjaunews!