Jun
19
2013


| Muslim Kasim : Belum Ada Teknologi Yang Dapat Meramalkan Bencana |
| Kabupaten - Kab. Padangpariaman | |||
| Sunday, 20 May 2012 22:32 | |||
|
Padangpariaman,SitinjauNews---Majelis Taklim Indonesia (MTI) Kabupaten Padang Pariaman, adakan acara zdikir bersama dan Tabliq Akbar di Pantai Gandoriah Pariaman, Minggu (20/5/2012). Kegiatan ini dalam rangka menyikapi informasi yang berasal dari surat edaran Gubernur Sumbar tentang Siaga Bencana Gempa dan Tsunami. Hadir dalam acara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Drs. H. Muslim Kasim, Ak, MM Dt. Sinaro Basa, Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni, Walikota Pariaman, Mukhlis R, Bagindo H. M. Letter, Ketua MTI Sumbar HJ. Ratna Ridwan, Ketua MTI Kabupaten Padang Pariaman, Hj. Endarmy Hj. Ketua MTI Kota Pariaman Hj. Lina Marni, Muspida Kab/Kota Pariaman, Jemaah MTI sekitar 1000 orang yang berasal dari Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Kepulaun Mentawai, Kota Padang, Bukittinggi, Kabupaten Agam. Wakil Gubernur Muslim Kasim, dalam sambutannya, menyambut baik diselenggarakannya tabligh akbar dan zikir bersama oleh MTI ini. "Kita harus ikhlas menerima bahwa daerah kita memiliki tofografi dan kondisi alam serta peristiwa yang terjadi, bagaikan etalase bencana Indonesia", ujarnya. Dikatakan, hampir semua jenis bencana di Indonesia, pernah dan sering terjadi di daerah Sumatera Barat terlebih di Kabupaten dan Kota Pariaman, seperti Gempa Bumi, Banjir, Tanah Longsor, Puting Beliung, Kabakaran dan lain-lain, termasuk juga ancaman bencana Tsunami". Lebih jauh disampaikan Muslim kasim, sebagai umat beragama, kita wajib berserah diri kepada kuasa Allah SWT. Sampai saat ini, belum ada teknologi yang dapat meramalkan kapan dan di mana persisnya terjadi gempa bumi tersebut. ”Allah SWT tidak akan memberikan cobaan atau malapateka di luar kemampuan kita menghadapinya. Pasti ada hikmah dari fakta dan kondisi daerah kita sebagai lingkaran bencana alam tersebut,” ucapnya. Bertindak sebagai penceramah dalam Tabliq Akbar itu, Ustadz Drs. Darmis Darwis, MA dari Padang, Darmis mengajak jemaah MTI untuk berserah diri kepada Allah SWt dengan senantiasa selalu menjalankan amal ibadah yang diperintahkan Allah. "Tidak ada satupun bencana tanpa izinNya, Allah Swt, menjadikan bencana itu, untuk memberikan peringatan kepada makhluk-Nya, bagi orang beriman, musibah disebut ujian, tetapi bagi orang yang engkar musibah disebut kutukan Allah Swt,” tutur Darmis. Menurut Darmis, mari intorpeksi diri masing-masing, apakah kita termasuk orang beriman atau orang durhaka, hanya diri kita masing-masing yang bisa menjawabnya. Tetapi Allah Swt, tidak bisa dikibuli dan dustai. Allah Swt, lebih mengetahui semuanya. (004)
|
Add comment























