May
19
2013

| Benahi bulutangkis Indonesia |
| Berita Utama - Olahraga | |||
| Tuesday, 29 May 2012 17:45 | |||
|
Jakarta, SitinjauNews - Berkaca dari hasil tidak memuaskan Tim Thomas dan Uber Indonesia, Sekjen PB PBSI, Yakob Rusdianto, mengatakan Indonesia harus membenahi perbulutangkisan nasional. Regenerasi jadi salah satu metode mendongkrak kembali prestasi bulutangkis Indonesia di gelanggang dunia. Saat ini, Taufik Hidayat yang
lebih senior dari Lin Dan --bahkan-- masih jadi andalan Indonesia, padahal China, Korea Selatan, dan lain-lain punya pebulutangkis lebih muda. "Jujur saja, prestasi terakhir kita sudah tersalip oleh China dan Jepang...," kata Rusdianto, di komplek PBSI Cipayung, Selasa. Jepang, Korea Selatan dan China mempunyai proses regenerasi yang bagus. Pemerintah China secara langsung merekrut bibit-bibit atlet berbakat, dari jenjang sekolah dasar dan Porseni sekolah untuk selanjutnya dibentuk menjadi atlet nasional. Bulutangkis menjadi salah satu ekstrakurikuler wajib di sekolah-sekolah Negeri Tirai Bambu tersebut. Di Jepang dan China, bibit atlet secara langsung diambil dan dibina pemerintah, Sementara di Indonesia, generasi atlet bulutangkis diambil dari klub-klub bulutangkis yang ada di daerah. "Untuk menciptakan atlet yang berbakat tidak bisa instan," kata Yakob. Dari sisi pemain, kegagalan habis-habisan di Wuhan juga jadi arena introspeksi pengurus PB PBSI. Setelah gagal membawa pulang Piala Thomas dan Uber, fokus sekarang berada pada Olimpiade London 2012. "Mudah-mudahan di Olimpiade nanti saya bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Dengan hasil yang terbaik di Olimpiade, dengan meraih medali emas, semoga bisa menghapus 'luka' itu," kata Tontowi. (*)
|
Add comment




















